top of page

Gema Kalvari

Edisi 1278 - tahun ke-24

MINGGU TRINITAS – MINGGU BIASA

PEMBACAAN ALKITAB : AMSAL 1:20-33

TEMA : FIRMAN TUHAN SUMBER DIDIKAN

PENGANTAR

Latar Belakang Teks

Kitab Amsal, Ayub, Pengkhotbah, merupakan bagian dari tulisan hikmat pada Perjanjian Lama.

Amsal 1:20-33 berisi pengajaran tentang hikmat yang menegur dan berisi hikmat teologis yang dipersonafikasi atau digambarkan sebagai seorang guru perempuan. Ini juga pendidikan bagi Israel, lebih khusus para pemuda.

Tempat paling tepat menjangkau dengan mudah dan cepat adalah tempattempat pertemuan, maka tema khotbah adalah Firman Tuhan Sumber Didikan, yang menekankan bahwa hidup dan perilaku harus bersandar pada Firman Tuhan, sebab di sanalah kita memperoleh pentunjuk yang mengarahkan kita kepada kehidupan yang benar, bukan hanya nafas hidup tetapi sumber pengetahuan, kejujuran, kecerdasan dan sebagaimana itu sumbernya dari Tuhan.

PENJELASAN TEKS

Ayat 21-22.
Hikmat dalam ayat ini digambarkan sebagai seorang guru yang bersuara di tempat-tempat umum agar orang dapat belajar hikmat, tempat yang dilalui beraktifitas bagi banyak orang.

Ayat 23.
Pengetahuan yang benar merupakan pemberian ilahi, pengetahuan tersebut dimiliki seseorang dan bukan karena usaha manusia. Orang yang tidak berpengalaman biasanya adalah orang yang kurang mendapatkan didikan. Mereka mudah mempercayai setiap ucapan orang lain sehingga terbawa arus. Mereka juga tidak suka didikan karena mereka justru mencintai ketidatahuannya. Kalau sikap ini diteruskan maka mereka menjadi orang yang kehilangan arah hidup yang benar, menjadi pencemooh atau orang yang suka membantah tanpa pertimbangan. Orang bebal adalah mereka yang menolak didikan dan moral. Orang seperti ini diajak kembali untuk mendengar teguran atau nasehat dengan hikmat. Karakter ilahi berkaitan dengan fungsi hikmat sebagai alat penyataan Allah untuk mengungkapkan kekudusan-Nya dan firman-Nya.

Ayat 24-25.
Ayat ini memperlihatkan orang yang menolak panggilan dari guru hikmat dan mengabaikan uluran tangan yang menolongnya. Bahkan mengabaikan nasehat serta tidak menerima teguran. Masa lalu hikmat memanggil mereka yang tidak berpengalaman, pencemooh dan bebal bahkan tidak menghiraukan uluran tangan (Yes 65:2). Makna istilah uluran tangan (Amsal 31:16, 19, 20a, 31) adalah lambang bagi usaha hikmat penyampaikan panggilan dan juga kekayaan dan kehidupan.

Ayat 26-33.
Karena menolak nasehat dan uluran tangan, maka dalam ayat ini – hikmat hendak memperlihatkan bahwa mengabaikan nasehat, ajakan, pengajaran, akan tiba waktunya bencana atas mereka yang masa bodoh dan menolak. Ketika kesukaran dan kecemasan datang, lalu mencari hikmat maka dia akan menolak menjawab doa mereka, maka tidak akan ditemui walaupun dicari. Alasan penolakan diungkapkan di ayat 29 dan 30, karena mereka membenci pengetahuan dan tidak takut akan Tuhan serta menolak menerima nasehat dan teguran. Maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.

PENERAPAN

  1. Menjadi orang yang menghadirkan hikmat Tuhan dalam segenap aspek kehidupan dan pekerjaan, banyak orang akan mengalami perubahan dan pembaharuan. Hikmat Tuhan dalam konteks ini adalah Firman Tuhan yang tidak hanya terkurung di tempat ibadah, tetapi juga dihadirkan di lingkungan kehidupan.

  2. Menghadirkan hikmat Tuhan dalam kehidupan dan realita hidup kepada setiap orang, terlebih kepada mereka yang dianggap rendah, jahat dan nakal serta kehilangan harapan hidup dan tidak ada kepastian, harus dilakukan agar mengalami pertobatan.

Kepada semua orang, supaya tidak menolak nasehat dan teguran yang bersumber dari Tuhan, kadang Tuhan mengulurkan tangan-Nya dengan caraNya untuk menolong setiap orang tetapi sering ditolak atau menerimanya lewat kehidupan yang dijalani.

Setiap orang yang mengalami pertolongan Tuhan akan mendapatkan kehidupan yang sejalan dengan kehendak Tuhan. Lewat kesetiaan dan menjadikan Firman Tuhan sebagai Sumber Kehidupan akan menjadikan pedoman di dalam kehidupan setiap saat.

Amin.

 

Jadwal Ibadah

Ibadah Minggu, 14 Juni 2026

1. Ibadah Pagi – 09.30 PF. Pdt. Laura Sroyer, S.Si.

2. Ibadah Malam - 19.00 PF. Pnt. Alberth Itaar.

 

Ibadah Rayon dan Unsur

Pelayanan ibadah Rayon dan Unsur dilaksanakan sebagai Ibadah Gabungan pada periode liburan Juni-Juli.

Ibadah Gabungan Rayon – Unsur dilaksanakan bersamaan dengan Ibadah Doa Sekota (BAMAG HL).

Selasa, 16 Juni 2026 – jam 19.00

Alamat : Community Hall Tembagapura

PF : Pdt. Laura Sroyer, S.Si

Gema Kalvari

Edisi 1275 - tahun ke-24

PENTAKOSTA

PEMBACAAN ALKITAB : Yehezkiel 36:1-38

TEMA : ROH KUDUS MEMBANGUN TANAH DAN HATI YANG BARU

PENGANTAR

Latar Belakang Teks

Kitab Yehezkiel ditulis bagi umat Israel yang dibuang ke Babel karena dosa dan ketidaktaatan. Mereka kehilangan tanah air, bait Allah, dan identitas mereka sebagai umat pilihan. Di tengah kehancuran itu, Allah berbicara melalui Yehezkiel bahwa Ia belum selesai dengan umat-Nya.

Pasal 36 adalah nubuat tentang pemulihan tanah dan bangsa Israel – Allah sendiri berjanji memulihkan negeri yang rusak, memulihkan umat yang najis, dan memberi mereka hati yang baru.

Dalam konteks Pentakosta, pesan ini berbicara tentang Roh Kudus sebagai kuasa pembaharuan, bukan hanya bagi individu, tetapi bagi seluruh bangsa dan ciptaan.

PENJELASAN TEKS

Ayat 1-15, Janji Allah Memulihkan Tanah.

Yehezkiel diperintahkan untuk bernubuat kepada gunung-gunung Israel. Allah menjanjikan bahwa tanah yang gersang akan kembali subur, yang kosong akan ditanami, dan bangsa-bangsa yang menghina Israel akan tahu bahwa Allah berdaulat.

Makna rohani : tanah melambangkan kehidupan umat. Bila tanah rusak, itu tanda dosa dan keterpisahan dari Allah. Namun Allah akan mengembalikan tanah itu menjadi tempat berkat dan kehidupan baru.

Konteks Papua : banyak daerah di Papua yang mengalami kerusakan lingkungan, konflik, dan kehilangan kedamaian.

Firman ini menyatakan : Allah tidak hanya memulihkan hati umat-Nya, tetapi juga memulihkan tanah Papua – hutan, sungai, kampung, dan tatanan sosial yang rusak karena dosa manusia.

Ayat 16-24, Allah Menebus Nama-Nya yang Dinajiskan.

Umat Israel dinajiskan oleh dosa dan penyembahan berhala, sehingga Allah menghukum mereka. Namun pemulihan bukan karena jasa mereka, melainkan karena kemuliaan nama Allah sendiri.

Makna Teologis : pembaharuan bukan hasil usaha manusia, tetapi karya kasih karunia Allah.

Konteks Papua : Allah ingin nama-Nya dipermuliakan di Tanah Papua bukan dinajiskan oleh kekerasan, korupsi, ketidakadilan, atau perpecahan di gereja. Ia akan bertindak supaya orang tahu bahwa Papua adalah tanah yang kudus, bukan milik manusia.

Ayat 25-27, Hati yang Baru dan Roh yang Baru.

Inilah inti pembaharuan rohani : “ Aku akan mencurahkan air jernih ke atasmu… Aku akan memberikan kepadamu hati yang baru dan menaruh roh yang baru di dalam batinmu.”

Makna Rohani : Allah mengubah hati batu menjadi hati daging, lambang pertobatan sejati dan lahir baru dalam Roh Kudus.

Konteks Pentakosta dan Papua : Roh Kudus turun bukan hanya untuk memberikan karunia, tetapi mengubah hati manusia – dari keras menjadi lembut, dari benci menjadi kasih, dari putus asa menjadi harapan. Papua baru lahir bila hati umatnya diperbarui oleh Roh Kudus.

Ayat 28-38, Hidup Baru Dalam Berkat dan Kesuburan.

Umat akan tinggal di negeri yang di berkati, tanah yang semula tandus akan menjadi yang subur, dan bangsa-bangsa akan tahu bahwa Allah telah memulihkan umat-Nya.

Makna Rohani : kehadiran Roh Kudus menghasilkan kehidupan baru yang nyata – hubungan dipulihkan, masyarakat dibangun, tanah menjadi tempat berkat.

Konteks Papua : ketika Roh Kudus bekerja, Papua yang rusak oleh dosa, konflik dan ketidakadlian akan menjadi tanah yang makmur dan damai. Roh Kudus bekerja memulihkan gereja untuk menanam kasih, keadilan, dan kesejahteraan dalam seluruh ciptaan.

PENERAPAN

  1. Roh Kudus membaharui hati manusia. Gereja harus membuka diri agar Roh Kudus mengubah hati jemaatt – dari kebencian dan irihati menjadi kasih dan kerendahan hati.

  2. Roh Kudus membaharui Tanah Papua. Iman harus menyentuh lingkungan. Roh Kudus memanggil kita menjaga hutan, tanah dan laut – sebagai wujud iman yang hidup.

  3. Roh Kudus memperbarui pelayanan Gereja. Gereja tidak boleh puas dengan ritual. Roh Kudus memanggil gereja GKI di Tanah Papua menjadi saksi kehidupan baru – melayani dengan kasih, menyembuhkan yang luka, dan membangun damai.

  4. Roh Kudus memperbarui masa depan bangsa. Roh Kudus memberi visi baru bagi generasi muda Papua, menjadi anak-anak terang yang mengubah bangsa dengan hikmat dan kebenaran Allah.

Pentakosata bukan sekedar peristiwa sejarah, tetapi realitas pembaruan setiap hari. Roh Kudus yang dicurahkan di Yerusalem, kini dicurahkan juga di Tanah Papua – untuk memulihkan hati, menumbuhkan kasih, dan menjadikan tanah ini penuh kehidupan.

Seperti janji Allah melalui Yehezkiel : “ Aku, TUHAN, telah berfirman dan Aku akan melakukannya” (ayat 36).

Maka biarlah gereja di Tanah Papua berkata : “Roh Kudus, perbaharuilah tanah dan hati kami.”

Amin.

Jadwal Ibadah

Ibadah Minggu, 24 Mei 2026

1. Ibadah Pagi – 09.30 PF. Pdt. Efraim Maran, S. Si.

2. Ibadah Malam - 19.00 PF. Pdt. Debora Tampemawa, S.Th.

 

Ibadah Rayon dan Unsur

Bentuk Ibadah Rayon – KSP (Kelompok Sel Pemuridan)

Rayon 1

Selasa, 26 Mei 2026 – jam 19.00

Kel. Erik Sitorus Alamat: Amole 6 - 581

PF : Pnt. Albert Itaar

 

Rayon 2

Selasa, 26 Mei 2026 – jam 19.00

Kel. Pnt. Turgod Nainggolan

Alamat: Street 11C - 223

PF : Pnt. Heryks Awom

 

Rayon 3

Selasa, 26 Mei 2026 – jam 19.00

Kel. Nero Sutarjo

Alamat: Hidden Valley 1007D

PF : Pnt. Agus Napitu

 

Rayon 4

Selasa, 26 Mei 2026 – jam 19.00

Kel. Leo Ardiles

Alamat: Comm Hall Tembagapura

PF : Pnt. Andi Worumi

 

PAR – Sekolah Minggu

Minggu, 24 Mei 2026 – jam 07.30

Sekolah YPJ Tembagapura

PF : Pdt. Debora Tampemawa, S.Th & Pengasuh Sekolah Minggu

 

PAM

Rabu, 27 Mei 2026 – jam 19.00

An. BPU PAM

Alamat: Ruang tamu Barak Wanita

PF : Pdt. Efraim Maran, S.Si

 

PW

Sabtu, 30 Mei 2026 – jam 15.00

Kel. Rizky Ginting, an. Ibu Henny Barus

Alamat: Hidden Valley 1011C

PF : Pdt. Laura Sroyer, S.Si

 

PKB

Rabu, 27 Mei 2026 – jam 19.00

Kel. TBA Alamat: TBA

PF : Pnt. Carlos Kilmaskossu​

Gema Kalvari

Edisi 1259 - tahun ke=24

PEMBACAAN ALKITAB: Yunus 1:1-17

TEMA : KEPEDULIAN TUHAN DAN KETIDAKPATUHAN YUNUS

PENGANTAR

Kitab Yunus adalah salah satu kitab dalam kelompok Kitab Nabi-nabi Kecil di Perjanjian Lama, namun sangat unik dibandingkan kitab nabi lainnya. Kitab ini bukan berupa kumpulan nubuat, melainkan kisah naratif yang berisi pengalaman pribadi seorang nabi bernama Yunus bin Amitai. Latar belakang kitab ini terjadi pada masa kejayaan bangsa Asyur dengan ibukotanya, Niniwe – kota yang dikenal sangat kejam dan berdosa. Yunus dipanggil Tuhan untuk pergi menyampaikan pesan pertobatan kepada Niniwe, namun ia menolak dan justru melarikan diri ke Tarsis, arah yang berlawanan dari panggilan Allah. Kisah dalam pasal pertama menunjukkan ketegangan antara ketaatan terhadap Allah dan keengganan manusia untuk mengasihi musuhnya. Namun di balik ketidakpatuhan Yunus, Allah tetap menunjukkan kepedulianNya kepada Yunus, kepada para pelaut dan Niniwe.

PENJELASAN TEKS

Ayat 1-3 : Panggilan Allah dan Ketidaktaatan Yunus.

Tuhan memberi perintah yang jelas: pergi ke Niniwe dan serukan pertobatan. Yunus bukan nabi yang tidak paham perintah, tetapi ia memilih untuk melawan kehendak Allah, bukan karena tidak tahu tetapi karena tidak ingin Niniwe diselamatkan. Ia pergi ke Yafa dan naik kapal ke Tarsis, sebuah tindakan melarikan diri secara fisik dari hadapan Allah – suatu ironi karena tidak ada tempat yang tersembunyi dari Allah.

Ayat 4-10 : Badai Besar dan Kesadaran Para Pelaut.

Tuhan bertindak cepat untuk menggagalkan pelarian Yunus dengan mengirim badai. Para pelaut merespon secara rohani dengan berdoa, menyelamatkan kapal bahkan mencari tahu penyebabnya sedangkan Yunus tetap tidur di tengah badai. Hal ini menggambarkan hati yang mati rasa terhadap kehendak Tuhan.

Ayat 11-17 : Pengakuan Yunus dan Pengaturan Allah.

Yunus tidak bertobat tetapi memilih menyerah kepada maut daripada taat kepada Allah. Tuhan tetap memakai keadaan buruk untuk menyatakan kasihNya :

a. Para pelaut menjadi takut kepada TUHAN dan mempersembahkan korban.

b. TUHAN mengatur penyelamatan dan bukan hukuman. Tuhan berdaulat atas laut, alam, manusia bahkan hewan untuk menggenapi rencana-Nya.

PENERAPAN

1) Tuhan peduli pada dunia yang berdosa (Niniwe), pada orang yang mengenalnya (pelaut) dan pada orang yang tidak taat (Yunus).

2) Kita sering seperti Yunus – sudah mengetahui kehendak Tuhan tetapi tetap memilih untuk jalan sendiri karena luka, kebencian dan rasa tidak adil.

3) Pelayanan bukan soal kenyamanan, tetapi ketaatan. Ketika menghindar, Tuhan tetap mengarahkan kembali hidup kita lewat badai, konflik atau pengalaman pahit.

4) Dalam gereja, kita diundang untuk tidak tidur rohani saat dunia sedang menghadapi badai.

5) Belajar dari para pelaut, mereka bertobat dan percaya kepada Tuhan serta mempersembahkan korban meski tidak memiliki latar belakang rohani.

Gema Kalvari

PEMBACAAN ALKITAB: 2 Tawarikh 31:2-21 

TEMA : PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN MEMBAWA BERKAT DAN KEBERHASILAN 

PENGANTAR

Minggu 27 Juli 2025 adalah hari ke-208 dalam periode Triwulan III (Juli- Agustus-September) minggu ke-30 dalam minggu Trinitas atau minggu biasa. 

Fokus tahun pelayanan 2025 adalah “kesehatian”, penekanan kepada sinergitas pikiran, hati dan Tindakan di dalam melaksanakan semua Keputusan gereja dan melahirkan budaya baru berbasis nilai-nilai kehatian, ketekunan, kesetiaan dan ketaatan. 

Tema Triwulan III – Sehati Membangun MezbahPenyembahan Syukur kepada Allah. 

Tema bulan Juli 2025 – Persepuluhan Sebagai Penyembahan Kita. 

Firman Tuhan 2 Tawarikh 31:2021 dengan tema tekstual – Persembahan Persepuluhan Membawa Berkat dan Keberhasilan. 

Dari Perjanjian Lama dapat belajar dari kehidupan bangsa Israel yang diperintahkan untuk beribadah kepada Tuhan, karena itu dari 12 suku bangsa Israel telah mengkhususkan suku Lewi untuk melayani Tuhan di dalam Bait Allah sehingga kehidupan suku Lewi harus ditopang dari suku yang lain melalui persembahan. 

Pembacaan 2 Tawarikh 31:2-21, Hizkia mengatur sumbangan untuk para Imam dan Orang Lewi, dengan tujuan mengajak umat Israel untuk memberi persembahan kepada Tuhan. 

PENERAPAN

1. Hizkia sebagai raja yang selalu mencari petunjuk Allah, tidak hanya memerintah rakyatnya untuk memberi persembahan tetapi ia sendiri memberi contoh dan teladan. Marilah sebagai pemimpin memberi contoh terlebih dahulu dalam memberi persembahan sebelum memerintah orang lain atau warga jemaat untuk memberi. 

2. Setelah mendapat perintah dari Hizkia untuk memberi persembahan yang menjadi bagian para Imam dan Orang Lewi, rakyat dan penduduk Yerusalem taat untuk memberi sehingga berkecukupan bahkan berkelimpahan. Dengan memberi tidak akan berkekurangan karena Tuhan memberkati umat-Nya. 

3. Belajar dari teladan Hizkia, sebagai raja ia selalu berpedoman pada Taurat Tuhan sehingga berhasil dan hidup takut akan Tuhan. 

Marilah sebagai warga gereja, kita memberi persembahan persepuluhan dan hidup takut akan Tuhan dengan mentaati akan Firman-Nya, kehidupan menjadi berhasil dan diberkati. 

Amin. 

Dashboard-PC Browser.png
voice-chart-red.gif

©2024 by GKI Kalvari. Supported by Tavbyte

GKI Kalvari

0851-7308-0986

bottom of page